HACCP - Hazard Analysis Critical Control Point
Sistem Manajemen
08 March 2021
Setiap organisasi bertanggung jawab untuk memastikan upaya meminimalkan risiko bahaya bagi siapapun yang mungkin dampak dari aktifitas-aktifitas yang dilakukan (termasuk di dalamnya para pekerja, manajer, kontraktor, atau tamu), dan terutama apabila mereka terikat dengan organisasi untuk melaksanakan aktifitas-aktifitas tersebut sebagai bagian dari “pekerjaan” mereka.
Berdasarkan estimasi dari Organisasi Buruh Dunia (ILO), di tahun 2013 terdapat 2,34 juta kematian akibat dari aktifitas kerja. Mayoritas terbesar (2 juta) dikaitkan dengan persoalan kesehatan, dan bukan karena cedera. Institut Kesehatan dan Keselamatan Kerja, IOSH, memperkirakan sekitar 660.000 kematian setiap tahunnya disebabkan kanker yang diderita akibat dari aktifitas kerja.
ISO mengembangkan ISO 45001 sebagai standar sistem manajemen Kesehatan dan Keselamtan Kerja (K3), yang dimaksudkan untuk membantu organisasi mengelola risiko K3 dan meningkatkan kinerja K3-nya. Implementasi dari sistem manajemen K3 dapat menjadi keputusan strategis bagi sebuah organisasi yang dapat digunakan untuk mendukung inisiatif keberlanjutan, dengan memastikan semua orang lebih sehat dan lebih aman serta di saat bersamaan meningkatkan profitabilitas.
Segala aktifitas organisasi dapat menimbulkan risiko cedera atau sakit, dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, atau bahkan kematian, bagi siapapun yang bekerja di dalamnya; sebagai konsekwensinya, menjadi hal yang penting bagi organisasi untuk menghilangkan atau meminimalkan risiko K3 dengan mengambil langkah-langkah preventif yang tepat. Sistem manajemen K3 sebuah organisasi dapat menerjemahkan keinginan untuk mencegah segala insiden ke dalam bentuk serangkaian proses yang sistematis dan berkelanjutan (didukung dengan penggunaan metode dan alat yang tepat) serta memperkuat komitmen organisasi untuk secara proaktif meningkatkan kinerja K3-nya.Menjadi hal yang logis bahwa siapapun yang bekerja dekat dengan risiko K3 harus memahaminya. Untuk itu, partisipasi dari para pekerja dalam penetapan, implementasi, dan pemeliharaan sistem manajemen K3 berperan penting dalam memastikan semua risiko dapat dikelola dengan efektif. ISO 45001 menekankan perlunya partisipasi pekerja dalam memfungsikan sistem manajemen K3, sama halnya dengan peran organisasi untuk memastikan para pekerjanya kompeten dalam mengerjakan segala tugas yang diberikan dengan aman.
Apa itu ISO 45001 ?
ISO 45001 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan khusus bagi sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3), yang disertai dengan panduan penggunaannya, sehingga membantu organisasi untuk secara proaktif meningkatkan kinerja K3-nya dengan melakukan pencegahan terhadap cedera atau gangguan kesehatan.
ISO 45001 dimaksudkan untuk berlaku bagi organisasi apapun terlepas dari ukuran, jenis, dan ciri khasnya. Semua persyaratan dimaksudkan untuk dapat terintegrasi dengan proses-proses manajemen organisasi yang berjalan.
ISO 45001 dapat membantu organisasi, melalui sistem manajemen K3, untuk mengintegrasikan aspek-aspek lain dari kesehatan dan keselamatan, seperti aspek kesejahteraan pekerja; meskipun perlu diingat bahwa sebuah organisasi dapat diharuskan untuk memenuhi isu-isu tersebut oleh persyaratan hukum yang berlaku.
ISO 45001 TIDAK-lah…
ISO 45001 tidak menyatakan secara spesifik kriteria bagi kinerja K3, tidak juga memberikan rumusan mengenai desain sistem manajemen K3. Sistem manajemen K3 sebuah organisasi haruslah spesifik dalam memenuhi kebutuhannya dalam mencegah cedera atau sakit ; konsekwensinya, usaha kecil dengan risiko K3 yang rendah dapat mengimplementasikan sistem manajemen K3 yang realtif sederhana. Sedangkan perusahaan besar dengan tingkat risiko K3 yang tinggi akan membutuhkan sistem yang lebih canggih. Bentuk sistem manapun dapat saja memenuhi kesesuaian dnegan persyaratan standar, selama sistemnya dianggap tepat bagi organisasi dan efektif.
ISO 45001 tidak secara khusus menyinggung isu-isu seperti keselamatan produk, kerusakan properti, atau dampak lingkungan. Organisasi pun tidak diminta untuk mengurusi isu-isu tersebut kecuali jika memang menimbulkan risiko bagi para pekerja.
ISO 45001 tidak dimaksudkan untuk menjadi dokumen legal yang mengikat, akan tetapi merupakan alat manajemen untuk digunakan secara sukarela oleh organisasi dari mulai UMKM hingga ke atasnya yang tujuannya adalah untuk menghilangkan atau meminimalkan risiko bahaya.
Apa manfaat menggunakan ISO 45001 ?
Sistem manajemen K3 berbasi ISO 45001 dapat membantu organisasi untuk meningkatkan kinerja K3-nya dengan cara:
Secara bersamaan, langkah-langkah tersebut dapat menguatkan promosi akan reputasi organisasi sebagai tempat yang aman untuk bekerja, dan dapat memberikan manfaat langsung sebagai berikut:
Siapa saja pengguna dari Standar ini?
Jawaban sederhananya adalah semua organisasi.
Tidak masalah apakah organisasinya berskala kecil, atau merupakan kelas konglomerat global ; tidak masalah juga apakah organisasi non-profit, lembaga amal, institusi akademik, atau departmen di pemerintahan. Selama organisasi memiliki SDM yang bekerja di dalamnya, atau SDM yang dapat terdampak oleh segala aktifitasnya, maka menggunakan pendekatan sistematis untuk mengelola kesehatan dan keselamatan akan memberikan manfaat bagi organisasi.
Standar ini dapat juga digunakan oleh kegiatan organisasi dengan tingkat risiko kecil begitu pula oleh organisasi dengan risiko tingkat tinggi dan organisasi dengan kompleksitas yang luas. Selain Standar ini mengharuskan diperjelasnya dan dikendalikannya segala risiko K3, standar ini menerapkan pendekatan berbasis risiko terhadap sistem maanjemen K3, untuk memastikan a) bahwa sistem ini efektif dan b) senantiasa diperbaiki untuk memenuhi “konteks” organisasi yang terus menerus berubah. Pendekatan berbasis risiko ini konsisten dengan bagaimana organisasi mengelola risiko-risiko “usaha” lainnya dan dengan demikian mendorong pengintegrasian segala persyaratan standar ini ke dalam proses manajemen secara keseluruhan.
Bagaimana hubungan ISO 45001 dengan standar-standar lainnya ?
ISO 45001 mengikuti pendekatan struktur tingkat tinggi yang diterapkan terhadap standar sistem manajemen ISO lainnya, seperti ISO 9001 (mutu) dan ISO 14001 (lingkungan). Dalam mengembangkan standar ini, telah mempertimbangkan konten dari standar-standar internasional lainnya (seperti OHSAS 18001 atau Panduan K3 dari ORganisasi Buruh Dunia (ILO)) serta standar-standar nasional, termasuk konvensi dan standar ILO (ILS).
Siapapun yang mengadopsi standar ini, ketika sudah dipublikasikan, harus memastikan konsistensi persayaratan dari standar ini dnegan standar-standar lain. Hal ini dapat membantu peralihan yang relative mudah dari sistem manajemen K3 yang berlaku ke penggunaan ISO 45001, serta dapat membantu keserlarasan dan integrasi dengan persyaratan dari standar sistem manajemen ISO lainnya ke dalam proses manajemen organisasi secara keseluruhan.
Sumber: iso.org